Aku ingin menamaimu senja…
karena kau jingga, teduh menenangkan
Aku juga ingin menamaimu hujan…
Karena kau menyegarkan tanah kerontangku
Kau indah seperti pelangi yang menggantung di cakrawala
Semburat warna-warni senyummu menentramkan
Hey…Bukankah kita pernah berjanji, untuk bertemu pada sebuah senja
di antara jarum hujan yang menjanjkan pelangi datang?
Namun sayang…angkuh menguliti waktu
…dan kiita dipisahkan spasi
Kata…hanya sebagai penghias sua-sua maya
Aku ingin menamaimu senja
Karena aku tak ingin lupa
pada senja pertama kita
pada tatapmu yang menghujam ulu
Advertisement
April 28, 2008 at 7:40 am
NGAMBANG… terlalu luas. terlalu membingungkan. terlalu banyak item yang jauh dari inti puisi, masih campur baur dengan item yang gak punya hubungan dengan inti puisi.
coba lihat puisi alunan dari KLA Project, atau Tompi.
Teratur, ada ritme menuju inti puisi.
May 4, 2008 at 9:42 pm
puisi. no rule…
namanya juga bahasa dari rasa…
ada yang bisa mendefinisikan rasa gak?
apa sih definisi asin, manis, dan asem?
….(mungkin nano-nano?)….
tetap semangat!
May 5, 2008 at 7:49 am
puisi bisa ngaduk2 perasaan…!
May 8, 2008 at 11:23 am
Firefox is the one, my friend
jumping away from my keyboard
take me to this blog when he ends
to a poem so sweet i can’t miss even a word.