Aku ingin menamaimu senja…
karena kau jingga, teduh menenangkan

Aku juga ingin menamaimu hujan…
Karena kau menyegarkan tanah kerontangku

Kau indah seperti pelangi yang menggantung di cakrawala
Semburat warna-warni senyummu menentramkan

Hey…Bukankah kita pernah berjanji, untuk bertemu pada sebuah senja
di antara jarum hujan yang menjanjkan pelangi datang?
Namun sayang…angkuh menguliti waktu
…dan kiita dipisahkan spasi

Kata…hanya sebagai penghias sua-sua maya

Aku ingin menamaimu senja

Karena aku tak ingin lupa
pada senja pertama kita
pada tatapmu yang menghujam ulu

Advertisement

4 Responses to “”

  1. NGAMBANG… terlalu luas. terlalu membingungkan. terlalu banyak item yang jauh dari inti puisi, masih campur baur dengan item yang gak punya hubungan dengan inti puisi.
    coba lihat puisi alunan dari KLA Project, atau Tompi.
    Teratur, ada ritme menuju inti puisi.

  2. puisi. no rule…
    namanya juga bahasa dari rasa…
    ada yang bisa mendefinisikan rasa gak?
    apa sih definisi asin, manis, dan asem?
    ….(mungkin nano-nano?)…. :)

    tetap semangat!

  3. puisi bisa ngaduk2 perasaan…!

  4. Firefox is the one, my friend
    jumping away from my keyboard
    take me to this blog when he ends
    to a poem so sweet i can’t miss even a word.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.